Jumat, 06 Mei 2016

Kelas Internasional #2

Ya perlulah! Apalagi bahasa agama sendiri.
Assalamu’alaikum...
Sudah masuk pertemuan kedua ya untuk Kelas Internasional. Teman-teman yang ketinggalan pertemuan pertama bisa baca disini. Bagi yang hendak gabung, jangan ragu-ragu ya. Hanya modal istioqomah dan komitmen yang kuat.

Nah, untuk menjawab penasaran di pertemuan pertamaini aku sertakan jawabannya ya...

ﻗﻞ رﺳﻮل ٳن اﻟﺪﻳﻨﺎ ﻳﻌﻄﻴﻬﺎ ٳﱃﻣﻦ ﻳﺤﺒ و ٳﱃ ﻣﻦ ﻳﺤﺒ و ﻻ ﻳﻌﻂﻰ اﻟﻌﻠﻢ اﻻﻣﻦ ﻳﺤﺒ ﻣﻦ اﻻﺑﺮار
Isim-nya ada 10
اﻣﺮ  رﺳﻮﻟﻪﻂﻠﺐ اﻟﺮﻳﺎدةاﻟﻌﻠﻢ ﻻﻧ اﺷﺮف اﻟﺨﺼﺎل
Isim-nya ada 9.
Siapa yang jawabannya, benar? Kamu memang keren deh!

Jadi masih ingatkan,,,ada 4 tanda yang menyebabkan suatu kata bisa disebut isim. Selain itu ada lagi ternyata, ini dia:
Semua dhomir (kata ganti) adalah isim.
Isyaroh (kata tunjuk) adalah isim.
Maushul (kata sambung) adalah isim.

Pemanasan lagi ya sebelum masuk materi selanjutnya....setelah tau semua tanda-tanda isim, coba cari lagi mana saja yang dikategorikan isim dari kalimat ini?
 
 ٳن  وﻣﻼﺋﻜﺘﻪ ﻳﺼﻠﻮن ﻋﻠﻰ اﻟﻨﺒﻲ
ﻗﻞ ﻫﻮ ٲﺣﺪ اﻟﺼﻤﺪ ﻟﻢ ﻳﻠﺪ و ﻟﻢ ﻳﻮﻠﺪ
واﻟﻌﺼﺮ ٳن ﻹﻧﺴﺎن ﻟﻔﻰ ﺧﺴﺮ ٳﻻ اﻟﺬﻳﻦ ٲﻣﻨﻮا
Alhamulillah semuanya sudah tau mana yang isim mana yang bukan. Yes!

Materi Kedua, Fi’il.

Hampir mirip dengan bahasa Inggris, dalam bahasa Arab kata kerja dikelompokkan berdasarkan waktu (tense). Pertama, Fi’il Madhi (kata kerja untuk masa lampau) contohnya: ﻓﺮٲ/ ﺿﺮب. Kedua, Fi’il Mudhori’ (kata kerja untuk sedang dilakukan/akan) contohnya: ﻳﻘﺮٲ / ﻳﻀﺮب. Ketiga, (kata kerja perintah/akan) contohnya: ٳﻗﺮٲ  / اﺿﺮﺐ.

Ane baru tau, kalau Fi’il madhi itu cirinya baris kata (terdiri dari 3 huruf) awal sama akhirnya berbaris fathah (atas). Seperti ﻓﺮٲ  (qoroa)/ ﺿﺮب (dhoroba) Ane gak sadar selama ini kalau awal dan akhirnya itu baris atas, ya ampuuuuun kemana aja :D
Kita bedah Fi’il Madhi dahulu ya. Jadi setiap dhomir itu bentukan fi’il madhinya berbeda-beda. Dhomir itu apa ya?. Dhomir adalah kata ganti, ada 14 dhomir dalam bahasa Arab.  


Jama’-Mutsanna-Mufrod
                                                   ﻫﻮ - ﻫﻤﺎ  - ﻫﻢ                  dia (laki-laki)                                                               (hum – huma - huwa)
                                                   ﻫﻲ - ﻫﻤﺎ - ﻫﻦ                dia (perempuan)
                                               (hunna- huma- hiya)
                                                  اﻧﺖ - اﻧﺘﻤﺎ - اﻧﺘﻢ              kamu (laki-laki)
                                              (antum- antuma- anta)
                                                  اﻧﺖ - اﻧﺘﻤﺎ - اﻧﺘﻦ            kamu (perempuan)
                                              (antunna- antuma- anti)
                                                   اﻧﺎ -        - ﻦ              saya – kami/kita
                                                    (nahnuana)

                                                     
                       Lebih dari 2 orang -2 orang -1 orang

Wow, luar biasa ya,,,sampai disini masih sanggup kan hehehhe...
Seperti yang sudah disebutkan di atas, setiap dhomir punya bentukannya sendiri.

ﻓﻌﻞ - ﻓﻌﻼ - ﻓﻌﻠﻮا
(fa’aluu-fa’alaa-fa’ala)
ﻓﻌﻠﺖ - ﻓﻌﻠﺘﺎ - ﻓﻌﻠﻦ
(fa’alna-fa’alataa-fa’alat)
ﻓﻌﻠﺖ - ﻓﻌﻠﺘﻤﺎ - ﻓﻌﻠﺘﻢ
(fa’altum-fa’altumaa-fa’alta)
ﻓﻌﻠﺖ - ﻓﻌﻠﺘﻤﺎ  - ﻓﻌﻠﺘﻦ
(fa’altunna-fa’altumaa-fa’alti)
ﻓﻌﻠﺖ -          - ﻓﻌﻠﻨﺎ
(fa’alna-fa’altu)

Ketika hendak menuliskan atau mengatakan “Dia telah mengerjakan ... ” maka pakai kata ﻓﻌﻞ
Atau mau menulis kaimat “Kamu (2 perempuan) telah mengerjakan ....” maka pakai kata ﻓﻌﻠﺘﻤﺎ
dan seterusnya, sesuai dhomir.
Ini bentukan dari Fi’il Mudhori’, kata kerja sedang dilakukan/akan.
ﻳﻓﻌﻞ - ﻳﻔﻌﻼن - ﻳﻔﻌﻠﻮن
(yaf’aluuna-yaf’alaani-yaf’alu)
ﺗﻔﻌﻞ - ﺗﻔﻌﻼن - ﺗﻔﻌﻠﻦ
(taf’alna-taf’alaani-taf’alu)
ﺗﻔﻌﻞ - ﺗﻔﻌﻼن - ﺗﻔﻌﻠﻮن
(taf’aluuna-taf’alaani-taf’alu)
ﺗﻔﻌﻠﻴﻦ - ﺗﻔﻌﻼن - ﺗﻔﻌﻠﻦ
(taf’alna-taf’alaani-taf’aliina)
اﻓﻌﻞ -            - ﻧﻔﻌﻞ
(naf’alu -af’alu)

Ketika kamu mau menuliskan atau mengatakan “Aku sedang mengerjakan....” maka gunakan kata اﻓﻌﻞ . Jika ingin menuliskan atau mengatakan “Mereka (t3 laki-laki) sedang melakukan ....” maka gunakan  ﺗﻔﻌﻠﻮن , dan seterusnya sesuai dhomir.
Terakhir, Fi’il Amr, kata perintah/akan.
  ٳﻓﻌﻞ - ٳﻓﻌﻼ - ٳﻓﻌﻠﻮ
(if’aluu -if’alaa -if’al)
ٳﻓﻌﻠﻲ - ٳﻓﻌﻼ - ٳﻓﻌﻠﻦ
(  if’alna - if’alaa - if’alii)

Untuk kata perinta, hanya ada bentukan dari dhomir anta dan anti, karena secara logika kita hanya memerintahkan orang dengan sudut pandang orang kedua. Seperti, “(kamu laki-laki) Kerjakanlah....!” maka gunakan ٳﻓﻌﻞ atau “(kalian perempuan 3 orang) Kerjakanlah...!” maka gunakan ٳﻓﻌﻠﻦ .

Fi’il (kata kerja) dibagi menjadi dua berdasarkan jumlah huruf pada kata aslinya. Pertama رﺑﺎﻋﻲ (ruba’i), kata asli atau kata dasarnya terdiri dari empat huruf, seperti زﻟﺰل (zalzala). Kedua, ﺛﻼﺛﻲ (tsulaatsi), kata asli atau kata dasarnya terdiri dari tiga huruf, seperti ﻧﺼﺮ (nashoro).

Alhamdulillah, terselesaikan juga unutk materi Fi’il (kata kerja) dalam bahasa Arab. Fi’il Madhi (masa lampau), Fi’il Mudhori’ (saat sekarang/akan), Fi’il Amr (perintah/akan). Tapi itu masih perkenalannya saja lhooo. Minggu depan masih ada sambungan tentang Fi’il lagi. Terus semangat belajar ya!

Kalau untuk dunia saja kita belajar dari pagi sampai pagi, apalagi untuk akhirat!

Doakan terus Kelas Internasional berlanjut ya, sampai jumpa minggu depan. Wassalam :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar